Friday, January 8, 2016

Sosok astronom Hanindyo

Belajar ilmu astronomi - Sosok astronom Hanindyo, nama lengkapnya ialah Hanindyo Kuncarayakti. Hanindyo adalah seorang astronom asal indonesia yang pernah meneliti di chili. Latar belakang pendidikan yang ditempuh seorang astronom Hanindyo ini adalah pendidikan Sarjana (lulus tahun 2005) dan Magister (lulus tahun 2008) di Program Studi Astronomi, FMIPA, ITB. 

Sosok astronom Hanindyo
Hanin di depan teleskop Gemini & CFHT di Mauna Kea, Hawaii
 (Sumber: dokumen pribadi)
sumber gambar : http://duniaastronomi.com
Dalam tugas akhir sarjananya Hanin mempelajari gugus bintang, yaitu sekelompok bintang yang lahir dari awan bintang (nebula) yang sama dengan usia yang hampir sama. Jumlah anggota sebuah gugus bintang bervariasi, ada yang ratusan bintang (pada gugus terbuka) dan ada yang hingga jutaan bintang (pada gugus bola). 
Ia tertarik pada gugus bintang dengan alasan “Gugus-gugus bintang ini sangat bermanfaat, bisa digunakan untuk menentukan banyak parameter fisis seperti usia, kelimpahan logam, serta jarak dan pemerahan, dibanding dengan kalau meneliti bintangnya satu persatu,” terangnya. 
Sedangkan saat magisternya Hanindyo Kuncarayakti juga meneliti gugus bintang namun dengan metode yang agak berbeda karena menggunakan data dari instrumen baru yang dikembangkan di Universitas Tokyo. Setelah itu Hanin melanjutkan ke pendidikan doktoral di Department of Astronomy, Graduate School of Science, University of Tokyo hingga selesai tahun 2013. 
“Tentu saja dengan fasilitas beasiswa. Sepertinya saat ini mencari beasiswa sudah semakin mudah karena informasinya banyak tersedia di dunia internet,” tulisnya memberikan tips bagaimana melanjutkan studi di luar negeri.
Sebagai peneliti Indonesia, Hanin bercerita bagaimana kesan kepada rekan penelitinya ketika pertama kali tahu negara asalnya.
“Salah satu yang menarik adalah mereka bilang ‘Oh, saya tahu Bali!’ Ya, Bali tampaknya lebih terkenal dari pada Indonesia.

Selain itu, kebanyakan dari mereka juga bertanya bahasa apa yang kita gunakan, dan terperangah ketika saya jelaskan bahwa kita memiliki ratusan bahasa daerah (dari ratusan juta orang di belasan ribu pulau) dan satu bahasa resmi. Rasanya banyak orang di luar negeri yang masih belum familiar dengan Indonesia misalnya tentang geografi/demografinya, budayanya (termasuk makanan), dll.”

Sumber artikel : http://duniaastronomi.com/2015/07/mengenal-hanindyo-astronom-indonesia-yang-meneliti-di-chili/